Insiden Tumpahnya 2.460 Konsumsi Jemaah dan Reaksi Cepat Penggantiannya


30 August, 2016 at 23:29

Sekitar 2.460 pax makanan untuk jemaah haji Indonesia, tumpah dari truk pengangkut katering di sektor 1 Mahbas Jin, Makkah. Namun katering tersebut langsung bertanggung jawab dan cepat menggantinya dengan makanan baru cepat saji.

Kepala Seksi Katering Evy Nuryana Rifai menerangkan, peristiwa ini terjadi pada hari Senin (29/8) kemarin sekitar pukul 09.30 waktu Saudi. Saat itu waktunya pembagian makan siang untuk jemaah Indonesia yang berjumlah lima kloter atau sekitar 2.460 orang.

Awalnya, truk dari perusahaan katering itu sedang mendistribusikan makanan. Lokasi pendistribusian berada di tanjakan. Truk yang belum tertutup sempurna pintu belakangnya mundur dan pintu akhirnya terbuka serta menumpahkan seluruh makanan. Tak ada yang tersisa.

Para petugas sektor yang melihat ini lalu melaporkan ke Daker Makkah. Dari Daker Makkah, kemudian dilakukan tindakan.

"Kita langsung hubungi ke perusahan katering. Kita laporkan insiden tersebut sekitar pukul 09.40. Kita minta penggantian, lalu teman-teman sektor juga mengkondisikan jemaah biar tenang karena ada masalah tidak terduga," cerita Evy saat diwawancarai, Selasa (30/8/2016).

Pihak Daker meminta agar katering melakukan penggantian makanan dengan cepat. Makanan siap saji pun tak apa. Akhirnya, pihak katering menyanggupinya dengan memberikan makana pengganti nasi arab dan ayam.

"Itu sekitar jam 12.45 waktu Saudi sudah didistribusikan ke lima kloter," urainya.

Menurut Evy, ini adalah bentuk tanggung jawab pihak perusahaan katering yang bernama Safara Tamayuz itu karena kesalahan ada pada pihak mereka. Pemerintah Indonesia tidak memberikan penggantian atau kompensasi apa pun. Ke depan, Evy berharap agar perusahaan katering semakin ketat mengontrol anak buahnya saat pendistribusian.

Bagaimana reaksi jemaah terkait hal ini? Menurut Evy, para jemaah sempat emosi awalnya. Namun setelah diberikan nasi pengganti, apalagi nasi Arab, maka mereka pun senang. Selama di Makkah, para jemaah memang diberikan menu Indonesia saja.

"Mereka ada yang senang baru kali ini ketemu nasi Arab. karena di Makkah tidak ada menu nasi Arab. Kalau di Madinah ada, menu nasi Arab pas datang dan selama perjalanan," ungkapnya.


Komentar

Tulis Komentar..