Minyak Murah, Akankah Musim Haji Membantu Pemasukan Arab Saudi?


13 September, 2016 at 11:12

Pemasukan pemerintah Arab Saudi tengah turun akibat harga minyak yang murah. Bisakah pemasukan dari wisata religi membantu negara ini?

Musim lebaran haji, ada lebih dari 2 juta orang yang datang ke Arab Saudi, untuk menunaikan ibadah haji. Para pendatang ini akan mendatangkan pemasukan bagi negara tersebut. Arab Saudi memang tengah mencari sumber pendapatan baru di luar minyak. Salah satunya adalah menggenjot sektor pariwisata.

Pasca harga minyak dunia anjlok pada pertengahan 2014, anggaran pemerintah Arab Saudi terhantam keras. Negara ini memang sangat bergantung kepada minyak bumi. Akibat harga yang rendah, anggaran pemerintah Arab Saudi mengalami defisit mendekati US$ 100 juta pada tahun lalu, dan pendapatan negara turun 23%.

Sektor pariwisata, memberikan pemasukan US$ 22 miliar kepada perekonomian Arab Saudi di 2015. Namun ini hanya 3,5% dari PDB, jauh dibandingkan minyak yang memberikan nilai ekonomi 40% dari PDB.

Pemerintah Arab Saudi memiliki rencana ambisius untuk menggenjot sektor pariwisata. Di 2030, Arab Saudi menargetkan adanya 30 juta pendatang dari mancanegara untuk menunaikan ibadah ke negara tersebut, naik dari 8 juta di 2015.

Saat ini ada sekitar 883.000 orang yang bekerja di sektor pariwisata, atau 8% dari seluruh pekerja di negara tersebut. Angka itu bisa naik menjadi 1,3 kita di 2030.

"Kerajaan Arab Saudi bisa membuat tempat wisata baru, di luar wisata religi yang sekarang, dengan menawarkan perjalanan nuansa kerajaan dan menikmati bangunan berarsitektur khas Arab Saudi," kata Jason Tuvey, Ekonom Timur Tengah dari Capital Economics, seperti dilansir dari CNN, Senin (12/9/2016).

Arab Saudi berencana untuk mempermudah persyaratan visa guna meningkatkan jumlah wisatawan ini. Selain itu, investasi untuk pembangunan hotel baru dilakukan. Pemerintah negara ini juga mengeluarkan uang US$ 13 juta lebih per tahun, untuk merenovasi situs-situs bersejarah.

Tahun ini, pengunjung haji bisa berkurang dari tahun-tahun sebelumnya, setelah Arab Saudi dan Iran gagal bersepakat soal izin calon haji Iran mengunjungi Makkah. Iran pada Mei lalu menyatakan melarang calon hajinya berangkat, karena tensi politik antara dua negara.

Iran merupakan salah satu penyumbang wisatawan mancanegara terbanyak ke Arab Saudi, jumlahnya 600.000 orang tahun lalu.

Sumber : news.detik.com


Komentar

Tulis Komentar..