DPR Puji Penyelenggaraan Haji, Menag Minta Petugas Tetap Fokus Bekerja


09 September, 2016 at 09:35

Ketua Pengawas Haji dari DPR Ade Komarudin memuji penyelenggaraan haji tahun 1437 H/2016 M yang dianggap lebih baik dari tahun lalu. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi hal tersebut, namun tetap meminta petugas tidak berleha-leha sebab puncak haji di depan mata.

Dalam acara konsolidasi menjelang Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina), di Hotel Dar Hadi, Makkah, Kamis (8/9/2016), sejumlah tokoh hadir, seperti Ade Komarudin dan jajaran pengawas dari DPR, Dubes RI di Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh dan jajarannya, sampai tim dari Komisi Pengawas Haji Indonesia dan jajaran petugas dari mulai PPIH Arab Saudi sampai petugas kloter.

Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umrah Abdul Djamil memberikan sambutan pertama dan melaporkan pencapaian dan layanan petugas terhadap jemaah haji sejauh ini. Dubes Agus Maftuh kemudian memberikan pidato sambil memuji anak buahnya yang berjasa dalam pembebasan jemaah yang sempat ditahan karena membawa jimat dan jamu sarang tawon.

Setelah itu, Ketua DPR Ade Komarudin yang berbicara. Dia menyampaikan, temuan tim pengawas sejauh ini terkait pelayanan haji cukup bagus. Walau biaya penyelenggaraan ibadah haji dikurangi, namun kualitasnya tidak menurun.

"Yang ada malah peningkatan pelayanan," ucap Ade yang disambut tepuk tangan hadirin.

Dalam sambutannya, Ade menilai mulai dari tahap persiapan sampai pelaksanaan sejauh ini, layanan kepada jemaah lebih baik daripada tahun lalu. Laporan yang sama juga didapatnya dari rombongan pengawas yang dipimpin Fahri Hamzah pada fase pertama.

Meski begitu, Ade meminta para petugas tidak berpuas diri. Masih ada momen puncak haji dan fase pemulangan jemaah yang mesti diwaspadai.

Di kesempatan tersebut, Ade juga memberikan beberapa saran untuk perbaikan haji ke depan. Di antaranya meminta kerjasama dengan pihak perbankan nasional untuk tenda-tenda di Arafah, sampai pengajuan penambahan kuota ke Kerajaan Arab Saudi.

"Soal kuota, dengan diplomasi kita bisa melakukan kunjungan bilateral ke negara-negara tetangga untuk mengambil jatah kuota sebagian dari mereka. Kalau memungkinkan bisa 21, bisa 260 ribu atau 300 ribu," ucapnya.

Setelah itu, Menag Lukman menyampaikan pidatonya. Dia merespons pujian dari pengawas dengan meminta para petugas tidak terlena. Walau memberikan apresiasi dan mensyukurinya, Lukman mengingatkan petugas ada Armina di depan mata.

"Di depan mata ada momentum sesuatu yang jadi ruh dan jantung haji kita yaitu wukuf," tegasnya.

Menag pun memiliki instruksi yang disebut formula 234 agar bisa dijalankan oleh para petugasnya. Dua angka pertama adalah persiapan sebelum wukuf yakni memastikan semua layanan di Arafah, Muzdalifah dan Mina sudah terpasang, mulai dari tenda sampai dapur umum. Selanjutnya, petugas diminta memastikan persiapan mobilisasi jemaah dari hotel ke Arafah.

Tiga angka selanjutnya adalah fase puncak Armina. Ada tiga titik yang wajib diwaspadai yakni di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Semua satuan tugas harus memahami betul tugasnya agar bisa melayani jemaah dengan baik, terutama di Mina yang kerap terjadi insiden berdarah.

Empat adalah setelah wukuf. Ada empat hal yang diingatkan Menag Lukman setelah wukuf, yakni bagi tim Madinah agar bersiap untuk menerima mobilisasi jemaah dari Makkah dan kepulangan ke Tanah Air. Selanjutnya, adalah tim Jeddah dan Makkah agar memastikan persiapan kepulangan jemaah di kloter awal tepat waktu.

"Yang ketiga, kegiatan rutin di Madinah dan Makkah diperhatikan. Distribusi makanan, pembinaan, semua harus diperhatikan," tambahnya.

Yang terakhir adalah kesehatan. Menag berpesan agar penanganan pasien yang mengalami gangguan kesehatan pasca wukuf terus diperhatikan. "Bagi mereka yang tertinggal karena sakit juga harus diurus, baik di Makkah maupun di Madinah," imbuhnya.

Sumber : news.detik.com


Komentar

Tulis Komentar..