Haji Khusus dan Umrah Juga Perlu Diperhatikan


13 October, 2017 at 11:06

JAKARTA -- Meningkatnya minta masyarakat untuk berumrah dan ditunjang adanya peran penyelenggara haji dan umrah khusus, maka kedua segmen ini perlu juga mendapat perhatian dari pemerintah. Karena itu, regulasi yang semakin memudahkan pelaksanaan haji dan umrah, juga harus terus didorong.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qalba Lubis mengatakan, melalui ekspo-ekspo penyelenggara haji dan umrah, maka ke depan penyelenggaraan haji dan umrah makin baik. Meski demikian, Komisi VIII juga meminta Kementerian Agama memperhatikan haji khusus dan umrah.

''Umrah Indonesia itu ketiga terbesar. Nanti, bisa jadi yang pertama,'' kata Iskan mengawali Islamic Tourism Expo di Kota Kasablanka, Jakarta, Selasa (10/10).

Konsumsi masyarakat Indonesia untuk bepergian dan wisata makin meningkat. Di sisi lain, Saudi juga punya visi 2030 untuk meningkatkan jumlah wisatawan. Dengan begitu, berpeluang wisata selain ke Makkah dan madinah.

Munurut Iskan, Komisi VIII juga sedang dalam proses amandemen regulasi penyelenggaraan haji. Dalam regulasi baru, Komisi VIII berharap lansia diprioritaskan agar jumlahnya bisa terus berkurang. ''Kami terus buat regulasi yang bisa terus memudahkan pelaksanaan haji,'' katanya.

Dengan dikembalikannya kuota haji jamaah Indonesia ke posisi normal dan tambahan 10 ribu kuota, Iskan melihat itu sebagai apresiasi Saudi terhadap Indonesia. Islam di Indonesia yang damai menunjukkan ikatan saudara yang kuat dengan Saudi dan negara Islam lain.

Iskan mengapresiasi Islamic Tourism Expo 2017 yang digelar bersama berbagai pemangku kepentingan terkait. Ia berharap semoga acara ini juga bisa ada di tempat lain.


Komentar

Tulis Komentar..