Irjen Apresiasi Sistem Pengorganisasian Jamaah Haji 2017


08 September, 2017 at 10:12

 JEDDAH -- Musim haji 1438H/2017M sudah memasuki fase pemulangan. Irjen Kementerian Agama M Nur Kholis Setiawan mengapresiasi sistem pengorganisasian jamaah haji Indonesia yang dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

“Dari sisi organizing sudah sangat luar biasa,” terang M Nur Kholis saat ditemui usai pelepasan jamaah haji kloter satu Embarkasi Solo (SOC 01) di Jeddah, kemarin.

M Nur Kholis menilai, proses organisasi jamaah sejak pemberangkatan hingga puncak Arafah-Muzdalifah-Mina (Armina) berjalan dengan sangat baik. Jamaah haji gelombang pertama mulai diberangkatkan pada 28 Juli 2017 menuju Madinah, sedang gelombang kedua 12 Agustus 2017 menuju Jeddah.

Proses pemberangkatan berjalan lancar, demikian juga pergerakan dari Madinah menuju Makkah. Pergerakan jemaah dari Makkah menuju Armina pada fase puncak haji juga berjalan dengan baik. Dengan total jemaah mencapai 221ribu misalnya, pergerakan jemaah dari Muzdalifah ke Mina bahkan sudah selesai pada pukul 09.30 pagi.

M Nur Kholis juga mengapresiasi pengorganisasian adi pemondokan dan distribusi layanan katering. “Ada riak-riak kecil kita temukan, tapi tidak merepresentasikan secara signifikan. Sebab, dengan jumlah jamaah mencapai lebih dari dua ratus ribu, kasus satu-dua-tiga tidak bisa diover generalisasi. Sehingga mana yang layak untuk dibenahi kita rekomendasikan dan mana yang menjadi bagian dari margin eror kita tidak terlalu mempermasalahkan,” tuturnya.

Itjen Kemenag telah menerjunkan 15 tim untuk melakukan pengecekan lapangan yang dipimpin langsung oleh Irjen. Menurut Nur Kholis, pengecekan difokuskan pada pelaksanaan SOP dan Juknis yang sudah disusun oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. “Ketika ada rapat evaluasi dengan Menag kita akan sampaikan mana-mana yang belum sesuai SOP,” ujarnya.

M Nur Kholis menggarisbawahi kepatuhan jemaah terhadap larangan lontar jumrah. Dia mengaku, masih mendapati sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang membawa jamaahnya untuk lontar jumrah pada jam yang dilarang oleh Pemerintah Saudi.

Akan hal ini, pihaknya akan merekomendasikan tentang pentingnya pembinaan secara lebih intensif kepada jamaah dan KBIH agar mereka lebih patuh. “Ini akan kita evaluasi bagaimana agar instruksi ini lebih sampai kepada jamaah karena ini menyangkut keselamatan jemaah juga,” tandasnya.

Proses pemantauan ini akan terus dilakukan sampai pada fase pemulangan. Saat ini, jamaah haji Indonesia yang berangkat pada gelombang pertama, secara bertahap mulai diberangkatkan menuju Tanah Air dari Bandara Jeddah sejak 6 September 2017. Sementara jamaah gelombang kedua, akan bertolak ke Madinah mulai 12 September, sebelum terbang ke Tanah Air melalui Madinah mulai 21 September 2017.


Komentar

Tulis Komentar..