Waspadai Travel Nakal, Ini Aturan dan Hak Bagi Jemaah Haji Khusus


07 September, 2016 at 10:29

Jemaah haji khusus jangan terbuai dengan tarif murah dan iming-iming fasilitas wah. Kenali hak Anda dan protes bila diperlakukan tak sesuai dengan yang dijanjikan.

Nasib 75 jemaah haji khusus dari PT Happy Prima Wisata ini sungguh mengkhawatirkan. Mereka dijanjikan apartemen mewah untuk transit, lalu hotel bintang lima Movenpick setelah berhaji. Namun baru beberapa hari di Makkah, kemewahan itu tak terasa.

Dalam brosur yang dibawa oleh para jemaah, terlihat itienary mereka yang mewah. Para jemaah dijanjikan tidur di hotel Movenpick bintang lima di Madinah dan Makkah. Sebelum itu, mereka akan menempati apartemen sementara di Aziziah bernama apartemen Rosafiah. Jarak apartemen ini ke Masjidil Haram tidak terlalu jauh.

Di brosur juga tertulis, para jemaah akan tinggal di hotel transit atau apartemen selama 9 hari, lalu mengikuti puncak haji di tenda Arafah dan Mina, kemudian masuk ke hotel transit, baru ke Madinah tanggal 16 September. Setelah itu, mereka kembali ke Makkah di tanggal 25 September.

Sekilas, rencana perjalanan ini terlihat sangat mewah. Namun faktanya, mereka terlunta-lunta dan tidur di pemondokan transit yang jauh dari Masjidil Haram. Kondisinya sangat mengkhawatirkan, mulai dari kamar yang padat, AC tak menyala, air bocor dan mampet, sampai tak ada fasilitas penunjang lain seperti ruang berkumpul dan lainnya.

"Saya sudah sering ke luar negeri. Tapi ini nggak masuklah kategori ONH plus. Kita bicara dengan jemaah lain pada ngeluh. Awalnya kita bingung, ini cobaan berhaji atau sesuatu hal," keluh salah seorang jemaah bernama Sohari, di lokasi pemondokannya, Selasa (6/9/2016).

PPIH Arab Saudi yang mendapat laporan ini kemudian melakukan survei. Bahkan mereka sempat mengevakuasi jemaah yang sakit. Tak ada tenaga kesehatan di rombongan tersebut. Apalagi pemandu dan pengurus.

Akhirnya, perwakilan travel dipanggil. Solusi sementara didapat, yakni memindahkan para jemaah ke hotel yang lebih layak. Namun ini belum selesai. Tim PPIH akan terus mengawasi nasib para jemaah ini sampai kepulangan nanti. Bukan tidak mungkin, pihak travel akan mendapat sanksi.

Dalam Peraturan Menteri Agama nomor 22 Tahun 2011 Tentang Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Haji Khusus sudah diatur hak-hak apa saja yang didapat jemaah haji khusus. Salah satunya adalah tak terlalu lama di hotel transit dan memiliki akses yang memadai ke Masjidil Haram.

Berikut petikan aturannya di pasal 14:

1. Menjelang dan setelah wukug, PIHK dapat memberikan akomodasi berupa apartemen transit di Makkah.
2. Akomodasi sebagaimana disebut pada ayat 1 digunakan paling lama 5 hari antara tanggal 3 sampai 15 Dzulhijjah.
3. Akomodasi yang dimaksud dalam ayat 1 harus memiliki akses transportasi yang mudah ke Masjidil Haram.
4. Akomodasi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dalam setiap kamar diisi paling banyak empat orang.
5. Kualitas akomodasi transit sebagaimana dimaksud pada ayat 1 paling rendah setara dengan hotel berbintang empat.

Ketua PPIH Arab Saudi Ahmad Dumyathi Bashori mengatakan, kejadian ini adalah bentuk aduan dari jemaah yang merasa dirugikan. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan memanggil pihak travel dan mencari solusi.

"Ini merupakan hasil kerja tim semua yang telah bekerja sama untuk tadi supaya jemaah-jemaah ini mendapatkan haknya sesuai yang dibayarkan senilai US$ 10 ribu sampai US$ 12 ribu," imbuhnya.

Muhammaf Fahri, Kasi PIHK menambahkan, upaya ini membuktikan tak ada diskriminasi dari panitia bagi jemaah haji reguler dan khusus. Dia berharap pihak asosiasi memperhatikan masalah ini dengan serius.

"Minimal kita mengapresiasi sedikit juga pada perusahaan dia mau ketika kita tegur dia tindak lanjuti akan dipindah dari kamar seperti ini," paparnya.

"Kita ingin jemaah kita dilindungilah semua, baik yang plus atau tidak. Saya juga mau di sini peran asosiasi melihat kondisi riil di sini karena dia juga merupakan bagian dari pengawasan PIHK ini sendiri," ungkapnya.

Para jemaah itu akan dipindahkan ke hotel di kawasan Anubha. Di sana, dia berharap mendapat kondisi yang lebih baik. Namun bila tidak, tim akan mengevaluasi kembali.

"Kalau di Anubha itu minimal taksi ada," imbuhnya.

Terkait sanksi kepada travel, Fahri menyerahkannya kepada pimpinan di Ditjen PHU Kemenag dan Itjen Kemenag. Semua sudah dilaporkan dan mensurvei lokasi tersebut.

"Kita awasi terus sanksinya bentuknya apa tapi kita juga respons sikap dari perusahaan yang kooperatif telah mau memindahkan. Sudah ada itikad baiklah memindahkan jemaah ini," tegasnya.


Komentar

Tulis Komentar..