Penyelenggaraan Haji Masa Depan: Teknologi, Wisata dan Visa Berbayar


05 September, 2016 at 11:38

Dalam beberapa tahun ke depan, penyelenggaraan haji akan banyak berubah. Pihak Arab Saudi akan membuat ibadah menjadi lebih nyaman sekaligus menyenangkan, berbasis teknologi namun dengan skema biaya tertentu.

Hal ini terungkap dalam acara pembukaan seminar dan simposium haji yang digelar oleh Kementerian Haji di Makkah, Minggu (4/9/2016). Menteri Urusan Haji dan Umrah Saudi Mohammad Saleh Bin Taher Benten turut hadir sekaligus membuka acara. Dari Indonesia, sebagai salah satu peserta ada ketua Panitia Penyelanggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Ahmad Dumyathi Bashori.

Ada sekitar puluhan peserta seminar yang hadir dari berbagai negara. Selama tiga hari ke depan, bakal disampaikan bagaimana gambaran penyelenggaraan haji sebelumnya dan apa yang akan dilakukan Saudi beberapa tahun ke depan.

"Menteri Haji Saudi Saleh bin Taher Benten. Dia sampaikan bahwa jamaah haji dulu kita ketahui perjalanannya sangat sulit, rawan dan banyak terjadi masalah. Orang sangat riskan sekali bepergian antar kota Mekkah dan Madinah. Mereka pun tidak kembali ke negeri mereka," papar Dumyathi usai pembukaan seminar.

"Sekarang perjalanan haji bisa dilakukan dalam waktu singkat, hanya beberapa jam. Kemudian mereka sekarang bisa berkomunikasi dengan keluarga mereka melalui media internet baik suara maupun gambar," sambungnya.

Dalam seminar juga disampaikan, Kementerian Haji dan Umrah telah melakukan sejumlah pembaharuan data dengan sistem e-Hajj, di mana semua paket haji dan umrah ditawarkan secara elektronik. Sehingga, para jemaah dan negara pengirim bisa memilih program yang diinginkan sesuai dengan kemampuan negara-negara tersebut.

Menteri Haji juga menyampaikan visi Saudi Arabia 2030 yang tak lagi akan fokus pada minyak sebagai pemasukan utama. Haji dan umrah akan dikembangkan menjadi sebuah konsep perjalanan yang menyenangkan dan wisata religi.

"Dr Saleh Benten adalah orang yang background pendidikannya IT. Beliau pernah menjadi wakil menteri bidang haji kira-kira 11 tahun yang lalu. Beliau juga pernah dipercaya sebagai pimpinan perusahaan pos Saudi Arabia yang awalnya dari perusahaan mati suri sekarang menjadi perusahaan yang sangat menguntungkan," tambahnya.

Menurut Dumyati, Saudi saat ini sedang mengembangkan pendapatan di luar migas. Salah satu pendapat yang potensial adalah bidang haji dan umrah. Nama kementerian pun berubah dari kementerian haji saja menjadi kementerian haji dan umrah. Ke depan, visa pun akan dikenai biaya dan mereka yang berhaji lebih dari sekali biaya visanya berbeda.

"Bagi yang haji pertama, kedua, masing-masing punya tarif sendiri. Umrah juga demikian," terangnya.

Masa umrah yang dulunya ada jeda setelah musim haji kini ditiadakan. Setelah musim haji selesai, masa umrah langsung dibuka. "Saudi kelihatannya serius mengembangkan ini. Sekarang sudah dibangun hotel terbesar yang ada di Makkah dan semua infrastrutur Saudi lainnya akan menyesuaikan dengan visi 2030," paparnya.

Selain itu, tempat-tempat bersejarah akan dijadikan situs wisata religi. Fasilitas penunjangnya akan disiapkan. "Destinasi wisata, taif, wilayah Riyadl, Tabuk yang punya sejarah, jabal magnet di Madinah dan situs di daerah Madain Saleh, ini merupakan potensi-potensi sejarah yang punya nilai tersendiri bagi para wisatawan muslim di dunia. Dan ini akan menjadi salah satu sumber pendapatan Saudi Arabia," kata Dumyati.


Komentar

Tulis Komentar..