Penting! Ini Jam Terlarang Melontar Jumrah Bagi Jemaah Indonesia


05 September, 2016 at 11:36

Menjelang puncak haji pada 11 September mendatang, para jemaah haji kembali diingatkan soal jam larangan melontar jumrah. Jangan sampai ada yang melakukan pelanggaran karena akan berakibat fatal, seperti tragedi tahun lalu.

Momen wukuf di Arafah sampai mabit di Muzdalifah, Mina dan melontar jumrah di Jamarat, adalah ritual yang akan dilakukan 155.200 jemaah Indonesia mulai tanggal 10 September 2016. Semua akan diberangkatkan dari pemondokan masing-masing untuk mengikuti semua urutan kegiatan ibadah.

Untuk memperlancar prosesnya, semua ketua kloter dan ketua rombongan, termasuk unsur tenaga kesehatan dan tenaga pembimbing ibadah dikumpulkan oleh tim dari Daerah Kerja Makkah dan Satuan Operasi Armina. Hampir setiap malam, Kadaker Makkah Arsyad Hidayat dan Kasatops Armina Jaetul Mukhlis beserta jajarannya berkeliling ke semua sektor untuk menyampaikan informasi detail soal Armina dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat kepulangan jemaah.

Salah satu poin utama yang ditekankan Arsyad adalah soal waktu melontar jumrah. Berulang kali, dia menegaskan bahwa jangan sampai ada jemaah yang melanggar waktu melontar jumrah. Tragedi tahun lalu yang menewaskan 124 jemaah dan 5 mukimin harus jadi pelajaran berharga, bahwa mengejar waktu afdhal tapi mengorbankan keselamatan adalah sia-sia.

"Waktu melontar jumrah, kita pun jangan lagi melakukan kesalahan. Gara-gara kita melakukan kesalahan timbul jadi korban," tegas Arsyad.

Tahun ini, pihak muassasah sudah mengeluarkan jam larangan melontar untuk jemaah Indonesia. Pada tanggal 10 Dzulhijah atau 12 September, para jemaah dilarang melontar pukul 06.00 sampai 10.30 Waktu Saudi. Lalu pada tanggal 11 Dzulhijah atau 13 September, para jemaah dilarang melontar pukul 14.00 sampai 18.00 Waktu Saudi. Terakhir, pada tanggal 12 Dzulhijah atau 14 September, para jemaah dilarang melontar pukul 10.30 sampai pukul 14.00 waktu Saudi.

Itu adalah skenario untuk para jemaah yang mengambil nafar awal. Khusus jemaah kloter-kloter awal memang diwajibkan untuk mengambil nafar awal, karena untuk mempercepat persiapan pemulangan. Sekadar diketahui, waktu pemulangan jemaah awal akan berlangsung pada tanggal 17 September, artinya hanya berselang dua-tiga hari setelah puncak haji.

Selain itu, Arsyad juga menegaskan bahwa para ketua kloter dan ketua rombongan akan diwajibkan menandatangani surat pernyataan siap mematuhi jadwal melontar yang sudah ditetapkan muassasah. Bila dilanggar, maka ada konsekuensi hukumnya.

"Kalau kami yang melanggar pihak Indonesa yang kena sanksi," tegasnya. Jadwal melontar detail sudah disampaikan pada para ketua kloter.

Selain waktu melontar, penting juga bagi jemaah untuk mematuhi rute melontar. Jangan sampai ada jemaah yang mencoba keluar dari jalur atau berjalan-jalan di luar ketentuan. Hal ini sangat berbahaya karena bisa bertemu dengan arus dari jemaah lain.

"Jangan coba-coba. Misalnya dari 206 mau ke 204 nyoba ah. Nggak bisa itu," tegasnya.

Poin lain yang disampaikan Arsyad adalah terkait penimbangan koper dan barang bawaan. Dia mengingatkan para jemaah agar mempersiapkan barang bawaan pulang sebaik mungkin. Jangan membawa barang yang dilarang, termasuk air zamzam karena bisa merugikan orang lain. Penerbangan bisa tertunda atau barang yang tidak terbawa. Tahun ini tidak ada lagi city check in. Sehingga, pemeriksaan akan dilakukan semua di bandara 48 jam sebelum keberangkatan.

Terkait wukuf di Arafah, Arsyad mengingatkan pentingnya para ketua kloter dan petugas lain untuk mengingatkan jemaah bahwa waktu keberangkatan ke Arafah sudah ditentukan. Tidak perlu menunggu dan berdesakan di bus, karena semua sudah disiapkan dengan baik.

Namun, khusus untuk Arafah, para jemaah diingatkan untuk membawa bekal makan siang bagi mereka yang diberangkatkan sejak pagi di tanggal 10 September 2016. Makan baru akan dibagikan pada malam harinya.

"Tidak perlu bawa barang terlalu banyak. Bawa baju ganti saja, buat ganti ihram. Bawa makanan bekal, terus tasbih atau Al Quran. Sudah cukup," terang Arsyad.

Para petugas juga diingatkan agar tidak lupa memeriksa jemaah sebelum Arafah. Jangan sampai ada yang tertinggal di hotel.


Komentar

Tulis Komentar..