Kisah Sri Astutik, Naik Pesawat 4 Kali dan Paspor yang Tertukar di Tanah Suci


04 September, 2016 at 15:06

Sri Astutik jemaah asal embarkasi Surabaya, Jawa Timur, memiliki masalah pada paspornya sampai harus dipulangkan kembali ketika sampai Jeddah, Arab Saudi. Untunglah, berkat upaya semua pihak, dia bisa kembali ke Tanah Suci walau harus naik pesawat 4 kali.

Pada 30 Agustus 2016 lalu, Sri sudah mendarat di Jeddah, Arab Saudi, bersama suaminya Tugiman dan rombongan kloternya. Namun saat pemeriksaan di Imigrasi, dia mendapat masalah. Wajahnya tak sama dengan foto di paspor. Begitu pun data-data lainnya. Yang sama hanya nama Sri Astutik. Petugas Imigrasi Saudi kemudian sempat memeriksanya berjam-jam di bandara, sampai akhirnya diputuskan dia harus dipulangkan kembali ke Indonesia.

Sri kemudian terpaksa naik pesawat lagi ke Indonesia. Hanya saja, kali ini tujuannya ke Jakarta. Dibantu beberapa pihak, akhirnya Sri pulang ke Surabaya dari Jakarta.

Panitia Penyelanggara Ibadah Haji (PPIH) tak tinggal diam melihat kasus ini. Sejak Sri tertahan di bandara, pendampingan terus diberikan. Namun keputusan pemulangan sudah tak bisa dielakkan. Oleh pihak Saudi, Sri dianggap melakukan pelanggaran dokumen. Akhirnya, keputusan cepat perlu dibuat. Tim dari PPIH Saudi menelusuri permasalahan yang dialami Sri. Ternyata, paspornya tertukar dengan calon jemaah yang belum berangkat, namun namanya sama. Belum jelas, siapa yang salah sehingga membuat paspor Sri tertukar dengan jemaah yang belum berangkat tersebut.

Singkat cerita, Sri akhirnya bisa mendapatkan paspor baru resmi atas namanya. Pengurusan visa pun dikebut. Tujuannya hanya satu, segera membawa Sri kembali ke Tanah Suci agar bisa berkumpul bersama suami dan rombongannya. Akhirnya, pada Jumat (2/9) pagi waktu Indonesia, Sri kembali terbang ke Jeddah bersama kloter 59 dari Surabaya. Di dokumen terbaru, namanya adalah Astutik Suparman Ngaimin.

Total jenderal, Sri naik pesawat 4 kali dari Surabaya-Jeddah, Jeddah-Jakarta, Jakarta-Surabaya, dan akhirnya Surabaya-Jeddah lagi. Total waktu yang ditempuhnya naik pesawat hampir 30 jam!

Setibanya di Jeddah, Sri langsung dibawa ke Makkah. Akhirnya, wanita yang belum pernah naik pesawat sebelumnya itu, bisa kembali berkumpul bersama suaminya,Tugiman. Raut wajah haru sekaligus bahagia terpancar, meski dia sudah kelelahan menempuh perjalanan panjang hingga Tanah Suci.

"Lega bisa ketemu bapak lagi. Alhamdulillah bisa sampai di sini," kata Sri di depan kamar hotelnya di pemondokan 803, Jarwahl, Sabtu (3/9/2016).

Dengan detail dia mengingat momen saat diperiksa di bandara, termasuk orang-orang yang mendampingi dan membantunya. Bahkan pihak yang menolongnya di Jakarta pun disebutnya dengan lancar. Sri mengaku tak akan pernah bisa melupakan jasa mereka.

"Saya ucapkan terima kasih sebanyak banyaknya," ucapnya sambil menitikkan air mata.

Abdul Djamil mengucapkan selamat atas berkumpulnya kembali Sri dan suami. Dia juga mendoakan agar Sri dan suami menjadi haji mabrur. Sebab tak ada balasan lain bagi haji mabrur selain surga.

Terkait kasus yang menimpa Sri, sejak awal Abdul Djamil sudah memerintahkan agar fokus utamanya adalah bagaimana mengembalikan Sri ke Tanah Suci secepatnya. Karena itu, begitu mendengar urusan administrasi di Indonesia sudah selesai, Abdul Djamil meminta penerbangan tercepat bagi Sri ke Jeddah.

"Saya perintahkan agar bu Sri berangkat pagi itu juga hari Jumat supaya cepat bisa berkumpul bersama suami dan rombongannya," kata Abdul Djamil.


Kasus ini akan dijadikan pelajaran penting bagi jajaran Ditjen Haji agar ke depannya tidak berulang. Proses pemeriksaan dokumen di Tanah Air harus lebih detail. Terkait siapa pihak yang salah, dia akan menelusurinya secara internal. Termasuk bagaimana paspor Sri bisa lolos ke luar dari Indonesia.

"Para pihak akan dilakukan pemeriksaan. Hal-hal yang berkaitan dengan keteledoran ini akan semua diperiksa. Irjen juga sudah turun tangan," tegasnya.

Sumber : news.detik.com


Komentar

Tulis Komentar..