Kasus Jalur Haji Via Filipina, Polri: Mungkin Minggu Depan Sudah ada Tersangka


31 August, 2016 at 14:19

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar menyebut perkembangan kasus 177 calon haji Indonesia di Filipina segera memasuki babak baru. Gelar perkara akan segera dilakukan, Mabes Polri akan segera menetapkan tersangka.

"Hari ini tim penyelidik tiba dari Manila. Tim yang memeriksa di Indonesia akan menyampaikan temukan-temuannya, kemudian juga di Filipina. Kemudian ditentukan langkah-langkah untuk menentukan tersangka," papar Boy di sela rapat kerja dengan Pansus Revisi UU Terorisme di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (31/8/2016).

Dia menambahkan tim penyidik dari kepolisian yang dari Manila sudah bekerja selama beberapa hari di sana. Alat bukti dan keterangan sudah dikumpulkan.

"Hari ini belum ditentukan tersangka. Setelah sisa temuan alat bukti uji dilakukan, gelar perkara dievaluasi, kemudian baru ada paling tidak minggu depanlah sudah ada (tersangkanya), semakin jelas berkaitan siapa saja yang bisa dijadikan tersangka," kata dia.

"63 semuanya masih saksi. Ada 28 korban calon jamaah haji di sana kemudian ada yang berstatus sebagai wadah perekrutan dan ada juga pihak keluarga ada 20, kemudian dari saksi-saksi dari travel," ungkap Boy

Ia menjelaskan keseluruhan saksi ini akan dilakukan evaluasi dan gelar perkara di Jakarta.

Untuk sementara, lanjut dia, posisi para jemaah haji adalah korban. Saat ini juga sudah ada penyelidikan dari otoritas Filipina dari pelakunya orang sana yang memalsukan paspor.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim telah meminta keterangan 8 agen travel yang memberangkatkan 177 WNI berhaji via Filipina.

"Sudah diperiksa semua, yang ada perwakilan di sana, masing-masing travel kan ada yang mengantar ke sana (Filipina), nah itu yang sudah diperiksa dengan korban-korban (juga sudah diperiksa)," kata Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto kepada detikcom, Rabu (31/8/2016).

Sumber : news.detik.com


Komentar

Tulis Komentar..