Misi Menjaga Kesehatan Jemaah Haji Saat Armina


31 August, 2016 at 14:18

Tim Kesehatan Haji Indonesia sudah melakukan persiapan menghadapi puncak haji di Arafah-Mina (Armina). Peran mereka cukup krusial karena bertugas untuk memastikan kesehatan dan keselamatan jemaah haji selama Armina. Bagaimana persiapannya?

Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menerangkan, ada sejumlah hal baru yang digagas tim untuk musim haji tahun ini untuk Armina. Di antaranya adalah pembentukan tim promosi dan preventif dan tim gerak cepat.

Tim promosi dan preventif bekerja untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan dengan cara sosialisasi berkala ke kloter terkait kesehatan, prediksi suhu, tips dan trik penggunaan masker, sprayer dan lainnya. Sementara tim gerak cepat, terdiri dari tim kesehatan dan tenaga musim bertugas memandu jemaah untuk melaksanakan kegiatan di Arafah, Muzdalifah dan Mina.

"Tim gerak cepat dilengkapi dengan peralatan untuk pertolongan pertama pada jamaah dan tentunya kita telah kerjasama dengan pemerintah Arab Saudi untuk siapakan mekanisme evakuasi yang ada," kata Anung saat diwawancarai di kantor Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Makkah, Selasa (30/8/2016).

Total ada 46 anggota tim gerak cepat yang disiagakan. Dari jumlah itu, 40 orang adalah tenaga kesehatan dan 6 orang dari tenaga musiman yang bisa berbahasa Arab. Tim promosi dan preventif juga jumlahnya sama. Ditambah dengan tenaga kesehatan dari Madinah berjumlah 56 orang, maka ada banyak personel kesehatan yang siaga selama Armina. Mereka tersebar di maktab-maktab sampai klinik emergency yang tersebar di Arafah dan Mina.

Selain itu, ada juga 27 ambulans yang bisa diakses oleh tim kesehatan Indonesia. Tujuh ambulans disiapkan untuk evakuasi bila ad ajemaah yang meninggal. Sisanya untuk mengevakuasi apabila ada tindakan medis yang harus dilakukan.

Safari Wukuf

Terkait safari wukuf, tim kesehatan sejauh ini sudah mempersiapkan 10 bus, 4 di antaranya untuk bus pelayanan jemaah posisi tidur, lalu ada enam bus yang didesain untuk jemaah sakit yang duduk. Sisanya, bila masih ada jemaah yang bisa ikut wukuf namun sakit, maka akan diangkut menggunakan ambulans.

Kriteria jemaah yang nantinya bisa masuk ke bus untuk safari wukuf akan ditentukan berdasarkan kondisi terakhir. Mulai H-4 sebelum puncak haji pada 10 September mendatang, para jemaah yang sakit akan dipilih masuk kategori mana. Bila ada jemaah yang dalam kondisi koma atau tak sadarkan diri untuk ikut ibadah, maka akan dibadalkan hajinya.

"Tentu kalau jamaah ada yang tidak bisa melakukan piliha tadim duduk, tidur, maupun dalam ambulans dalam rangka safari wukuf, kita dengan Kemenag tentunya mendorong untuk melakukan badal haji," tambahnya.

Di dalam bus untuk safari wukuf, nanti juga ada pembimbing ibadah yang mendampingi. Mereka akan terus memantau perkembangan kesehatan jemaah sambil terus dipandu ibadahnya.

"Besok atau lusa kita akan lakukan konsolidasi lagi mengupdate segala situasi yang berkembang termasuk ramalan cuaca," tambahnya.

Cuaca dan Pemadaman Listrik

Tim kesehatan juga sudah melakukan persiapan terkait masalah cuaca. Prediksinya, pada saat puncak haji nanti cuaca akan sangat panas. Terus bergerak di angka 40 derajat celcius ke 50 derajat celcius. Para petugas akan terus memantau para jemaah secara khusus, terutama yang menyangkut dengan kemungkinan dehidrasi.

Selain itu, masalah pemadaman listrik yang terjadi tahun lalu akan menjadi pelajaran. Tim kesehatan terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi agar masalah ini tidak berulang. Sebab, beberapa alat kesehatan dan bantuan bagi jemaah sakit di Arafah menggunakan konsumsi listrik yang tinggi.

"Jadi memang tahun lalu diidentifikasi power di shutdown akibat beban karena dipaksakan penggunaan AC dan penggunaaan peralatan. Sekarang lebih disesuaikan yang tak terlalu membebani. Di samping itu kemarin ketika kami melakukan peninjauan instalasi power sudah dilakukan dan itu sudah kami konmunikasikan dengan Kemenkes Arab," papar Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Muchtaruddin Mansur di tempat yang sama.

Sumber : news.detik.com


Komentar

Tulis Komentar..